Home  / Berita
Apkasindo Dukung Pencegahan Karhutla di Riau
Jumat, 05 Maret 2021 19:57
Ketua Apkasindo Gulat Medali Emas Manurung dan Dirbinmas Polda Riau, Kombespol Drs Kris Pramono
PEKANBARU - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendukung pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan di Riau.
 
Ketua DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung mengungkapkan, pihaknya telah mengerahkan ribuan petani sawit di Riau untuk berperan aktif.
 
Gulat juga mengatakan, para petani sawit yang tergabung dalam Apkasindo telah berkomitmen untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
 
"Kami melakukan pendekatan terhadap petani sawit yang memiliki lahan di daerah rawan Karhutla agar mereka turut berperan aktif dalam melakukan pencegahan. Mereka menyambut baik, bahkan sangat mendukung," ujar Gulat, Selasa (2/3/2021).
 
 
Gulat juga mengatakan, ribuan petani kelapa sawit yang tergabung dalam Apkasindo telah mengunduh Aplikasi Dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau sebagai upaya pencegah dini.
 
Bahkan pihak Apkasindo telah membimbing para petani untuk melaporkan adanya kasus Karhutla di wilayahnya melalui aplikasi tersebut.
 
Dia menuturkan dibutuhkan sinergitas kuat seluruh pihak, termasuk para petani untuk mengulang kejayaan Riau tanpa kabut asap seperti di tahun 2020.
 
 
"Semua petani yang tergabung dalam Apkasindo diwajibkan untuk Dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau. Dengan demikian Karhutla bisa segera teratasi," ujarnya.
 
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), akan ada peningkatan curah hujan pada Maret hingga April 2021.
 
Namun, ia meminta agar seluruh petani sawit tidak lalai. Sebab, musim kering diperkirakan akan kembali tiba di Mei 2021.
 
"Kita harus tetap waspada, jangan sampai lengah. Apalagi sampai membakar lahan," ujar Gulat. 
 
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah menjadi momok yang menakutkan semua kalangan di Bumi Lancang Kuning.
 
Di masa pandemi seperti saat ini, pencegahan dan penanggulangan Karhutla tentunya jadi lebih berat.
 
Terlebih lagi jika bencana asap akibat Karhutla terulang lagi di Riau. 
 
Tak hanya Apkasindo, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau juga menjamin para petani sawit yang tergabung dalam Gapki akan berperan aktif mendukung upaya pemerintah dalam mencegah Karhutla. 
 
Menurut Ketua Gapki Riau, Jatmiko Krisna Santosa, banyak risiko yang akan ditanggung pengusaha sawit jika membuka lahan dengan cara membakar. 
 
Selain tak mendapat sertifikasi pembukaan lahan untuk proses perizinan, pengusaha sawit juga menderita kerugian yang jauh lebih besar. 
 
Sudah tentu tanaman sawitnya terbakar dan konsekuensi lainnya adalah pidana. Ibarat bak jatuh ketimpa tangga jika lahan sawit milik pengusaha terbakar. Sebab itu, kami menekankan semua anggota Gapki untuk tidak membakar lahan," ujarnya.
 
Puji Aplikasi Dashboard Lancang Kuning
 
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perubahan Iklim DLHK Riau, Nelson Sihotang mengatakan Pemprov Riau telah melakukan upaya pencegahan Karhutla sejak Januari 2021.
 
Pemprov Riau telah membangun Posko Karhutla untuk memperkuat sinergitas seluruh instansi yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Riau. 
 
Selain itu, ia juga mengatakan DLHK Riau telah mendesak semua perusahaan konsesi di Riau untuk terus memantau kondisi air gambut.
 
"Kami sudah ingatkan seluruh perusahaan agar menjaga sumber daya air di masing-masing wilayah konsesinya. Dengan demikian perusahaan bisa dengan cepat melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran di konsesinya serta meminimalisir meluaskanya kebakaran lahan," ujarnya.
 
Ia pun sangat mengapresiasi Aplikasi Dashboard Lancang Kuning milik Polda Riau. 
 
Menurutnya, aplikasi tersebut sangat membantu pemerintah dalam melakukan upaya pencegahan karhutla di Riau. 
 
"Aplikasi ini sudah teruji sangat membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Riau. Kami sangat berterimakasih kepada Polda Riau yang telah membuat aplikasi ini," ujar Nelson Sihotang.
 
Polda Riau Kerahkan 1.006 Bhabinkamtibmas
 
Dirbinmas Polda Riau Kombespol Drs Kris Pramono mengatakan, untuk melakukan upaya pencegahan Karhutla di Riau, Polda Riau telah mengerahkan sedikitnya 1.006 Bhabinkamtibmas. 
 
Bhabinkamtibmas ditugaskan untuk melakukan sosialisasi bahaya Karhutla bersama kepala desa di wilayah tugasnya masing-masing. 
 
Selain itu, Bhabinkamtibmas juga melakukan patroli rutin ke lokasi yang rawan terbakar.
 
"Nah, dalam Dashboard Lancang Kuning ini bisa juga memantau tugas Bhabinkamtibmas di lapangan," ujarnya. 
 
Dengan aplikasi ini kata Kris Pramono, petugas juga bisa mendeteksi kordinat terjadinya kebakaran lahan sehingga bisa segera diatasi sebelum meluas. 
 
Aplikasi ini kata Kris juga mampu mendeteksi titik panas yangh terindikasi kebakaran lahan, personel ataupun relawan yang dekat dengan lokasi.
 
Dashboard ini sudah mencatat nomor telepon personel yang dekat dengan titik api sehingga mudah menghubunginya.
 
Dashboard ini juga bisa melihat siapa pemilik lahan yang terbakar, baik itu perorangan ataupun perusahaan.
 
Begitu titik api muncul, posko pengendali langsung merespon dan memobilisasi relawan terdekat.
 
Hanya saja kata Kris Pramono, ada sebagian kasus Karhutla agak sulit ditangani lantaran terkendala akses ke lokasi. 
 
"Jarak yang jauh dan tidak adanya jalan membuat sulit melakukan mobilisasi peralatan penanggulangan Karhutla," ujarnya.*

Akses berita terbaru versi mobile di: m.siakone.com


Tinggalkan Komentar

Nama*
Email*
Website
Komentar*

* Masukkan kode diatas!